Senin, 25 Juni 2012

Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara




Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara memiliki halaman asri luas yang posisinya sekitar satu meter lebih tinggi dari tempat parkir dengan menaiki undakan. Di halaman Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ini diletakkan beberapa koleksi benda budaya Minahasa kuno seperti Waruga, dan benda tengara masyarakat Minahasa lainnya.
Sebuah instalasi yang menggambarkan proses pembuatan gerabah secara tradisional di Minahasa yang berada di lantai dua. Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara memiliki tiga lantai yang dibangun dengan arsitektur rumah adat Minahasa.

Salah satu alat penangkap ikan tradisional di Minahasa. Koleksi peralatan penangkap ikan di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara adalah Sasarup (alat penangkap ikan di danau), Totobongo (alat penangkap ikan dengan cara menusuk), Igi (alat penangkap ikan air tawar), tambelong (tempat menyimpan umpan) dll.
Benda-benda peninggalan Pahlawan Nasional Kyai Mojo berupa sorban, keris, tasbih dan pelindung dada. Ia adalah pengikut setia Pangeran Dipenogoro yang diasingkan oleh Belanda ke Tondano bersama pengikut lainnya pada awal abad ke-19, sampai wafatnya dan di kubur di sebuah perbukitan di Tondano.
Meja dan kursi yang digunakan oleh Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis ketika menjadi guru di PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya), sebuah organisasi pendidikan yang didirikan bersama beberapa kawannya, untuk memajukan pendidikan wanita Minahasa. Maria Josephine Catherine Maramis lahir di Kema, Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 dan meninggal di Maumbi, Sulawesi Utara pada 22 April 1924 dalam usia 51 tahun.
Patung dada beberapa tokoh pahlawan yang diletakkan di sebuah lorong penghubung di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Mereka adalah Letkol CH.CH. (Charles Choes ) Taulu, seorang tokoh pejuang Minahasa yang berperan penting dalam peristiwa Merah Putih pada 14 Februari 1946, dimana para pejuang kemerdekaan berhasil melucuti tentara Belanda di Minahasa; Letkol Lembong; Robert Walter Monginsidi; Mayor Daan Mogot dan Lettu CZI Pierre A. Tendean.

Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang diresmikan pada 9 Januari 1991 ini merupakan sebuah museum daerah dengan koleksi yang cukup banyak. Ada sekitar 500 koleksi yang dipajang setiap harinya di Gedung Pameran Tetap, dari 2800 lebih koleksi yang dimilikinya. Namun sebagaimana kebanyakan museum lainnya di tanah air, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara juga memerlukan penataan koleksi dan perawatan yang lebih baik, agar mampu menginspirasi dan memberi kesan mendalam kepada pengunjung.
Dengan semua kekurangannya, Anda akan mendapat gambaran yang baik dan luas tentang segala hal yang ada di daerah Sulawesi Utara dengan mengunjungi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ini. Karenanya, sempatkan berkunjung ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ketika Anda berada di Manado.

Jam Buka
Senin – Kamis: 08.30 – 15.30
Jumat: 08.30 – 11.30
Sabtu: 09.00 – 14.00
Karcis Masuk
Dewasa: Rp 1.000
Anak-anak: Rp 250

Tidak ada komentar:

Posting Komentar