Sebuah instalasi yang menggambarkan proses pembuatan gerabah secara tradisional
di Minahasa yang berada di lantai dua. Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara
memiliki tiga lantai yang dibangun dengan arsitektur rumah adat Minahasa.
Salah satu alat penangkap ikan tradisional di Minahasa. Koleksi peralatan penangkap
ikan di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara adalah Sasarup (alat penangkap
ikan di danau), Totobongo (alat penangkap ikan dengan cara menusuk), Igi (alat
penangkap ikan air tawar), tambelong (tempat menyimpan umpan) dll.
Benda-benda peninggalan Pahlawan Nasional Kyai Mojo berupa sorban, keris,
tasbih dan pelindung dada. Ia adalah pengikut setia Pangeran Dipenogoro yang
diasingkan oleh Belanda ke Tondano bersama pengikut lainnya pada awal abad
ke-19, sampai wafatnya dan di kubur di sebuah perbukitan di Tondano.
Meja dan kursi yang digunakan oleh Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis
ketika menjadi guru di PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya), sebuah
organisasi pendidikan yang didirikan bersama beberapa kawannya, untuk memajukan
pendidikan wanita Minahasa. Maria Josephine Catherine Maramis lahir di Kema,
Sulawesi Utara, 1 Desember 1872 dan meninggal di Maumbi, Sulawesi Utara pada 22
April 1924 dalam usia 51 tahun.
Patung dada beberapa tokoh pahlawan yang diletakkan di sebuah lorong penghubung
di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Mereka adalah Letkol CH.CH. (Charles
Choes ) Taulu, seorang tokoh pejuang Minahasa yang berperan penting dalam
peristiwa Merah Putih pada 14 Februari 1946, dimana para pejuang kemerdekaan
berhasil melucuti tentara Belanda di Minahasa; Letkol Lembong; Robert Walter
Monginsidi; Mayor Daan Mogot dan Lettu CZI Pierre A. Tendean.
Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang diresmikan pada 9 Januari
1991 ini merupakan sebuah museum daerah dengan koleksi yang cukup
banyak. Ada sekitar 500 koleksi yang dipajang setiap harinya di Gedung
Pameran Tetap, dari 2800 lebih koleksi yang dimilikinya. Namun
sebagaimana kebanyakan museum lainnya di tanah air, Museum Negeri
Provinsi Sulawesi Utara juga memerlukan penataan koleksi dan perawatan
yang lebih baik, agar mampu menginspirasi dan memberi kesan mendalam
kepada pengunjung.
Dengan semua kekurangannya, Anda akan mendapat gambaran yang baik dan
luas tentang segala hal yang ada di daerah Sulawesi Utara dengan
mengunjungi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ini. Karenanya,
sempatkan berkunjung ke Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ketika
Anda berada di Manado.
Jam Buka
Senin – Kamis: 08.30 – 15.30
Jumat: 08.30 – 11.30
Sabtu: 09.00 – 14.00
Karcis Masuk
Dewasa: Rp 1.000
Anak-anak: Rp 250





Tidak ada komentar:
Posting Komentar